Ketika kau diam aku merasa bingung, tak tahu musti berbuat apa. Tapi ketika kau tersenyum hati ini menjadi damai. Teringat masa lalu, untuk tuan putri tidur, meski kita tidak pernah bersama tpi senyummu di masa itu akan selalu memberi keteduhan. Terimakasih, hidup akan terasa indah jika engkau tertawa meski mata tak lagi saling menatap atau lisan tak lagi bicara. Karena rasa ini masih sama, tpi kedepan akan tetap kusimpan. Maybe akan menjadi rahasiaku,,
"coretan yang bermula dari sebuah titik, berlanjut ke dalam garis dan kemudian bentuk yang berwujud kata dan mengisi lembaran kosong buku anak kelima"
Tampilkan postingan dengan label Biru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biru. Tampilkan semua postingan
07/06/15
05/12/11
tuan putri tidur..
..tuan putri tidur..
kurang tahu kenapa dari segala sebutan aku malah memilih nama itu sebagai sebutan.Dulu mungkinkusebut aja putri senyum sehingga ia terus menebarkan keceriaan dan senyum manisnya kesemua orang yang ada disekitarnya. Tuan putri tidur, kedengaran aneh memang tapi nama itu terbesit begitu saja. Berawal dari pertemuan dengan putri manis itu, disore itu tak menyangka kami bisa deket. tapi untuk kesekian kalinya aku salah dalam menafsirkan tentang kedekatan kami yang hanya sebatas teman biasa dan tak lebih, hanya hati ini telah memilih so aku mengalir aja dengan rasa yang ada didalam diri ini. Anak kecil mempertemukan kami, dia emang suka banget ama anak kecil jadi di sore itu dengan keceriaannya dia datang menambah ramai suasana dengan anak-anak. Tapi setlah tahun berganti ia mulai jarang terlihat. Gak tahu apa yang menjadi alasannya tapi mungkin ia sedang tak ingin aja dan memang ada kepentingan yang lain aja jadi ia tak pernah datang. Ia malah sering terlihat murung.
Awalnya mungkin kami hanya saling bertukar kata dalam pesan singkat sampai pada suatu saat kami mulai deket bercerita, ngobrol meski hanya lewat dunia sms tapi boleh dibilang kami sedikit mengerti satu sama lain. ya dia cerewet orangya sih, lugu, polos, baik dan terkadang juga suka lemot dan sukar untuk mencerna suatu makna. satu lagi yang aku inget dia suka bete dan bosen sendiri dengan pesta orang kaya yang formal, dia emang kaya sih tapi namanya juga anak muda mungkin betenya karena gak ada yang sepantaran atau apa juga gak ngerti atau mungkin bukan dunianya, padahal itu dunia asli anak orang kaya, tapi ia tetep aja bete . sebenarnya bayanginya bete aku bisa ketawa sendiri, pingin rasanya ngbuat ia tidak merasa bete. Aku hanyalah orang luar jadi hanya pesan singkat aja yang bisa kulakukan sambil berharap betenya bisa ilang. Tapi yang kudapati berbeda, kayaknya ia tetep aja bete, yach aku memang tak pandai mengubah suasana untuk pertama kalinya aku meraskan aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membuatnya senyum.
Ia suka keju, coklat, es krim, durian dan dulunya ia penikmat kopi. Tapi gak tahu kenapa ia sekarang jadi suka yang namanya nangis. Kurang mengerti dengan apa yang terjadi tapi dengan perilakuku, perkataanku aku malah menambah ia jadi senang untuk menangis( padahal senyumnya manis banget bikin kangen). Tapi senyumnya malah jadi senyum simpul.
Teringat keju, durian gak tau kenapa aku tak begitu suka ama kedua macam makanan itu. Terutama durian, padahal menurut orang itu rajanya buah tapi gak tahu alasan apa aku gak suka ama durian. Sejak mengenalnya aku belajar untuk menyukai yang namanya keju, tapi untuk durian tetep tidak bisa. Itulah beda kami meski dulu ia pernah bilang suka warna biru sama seperti aku tapi untuk durian aku belum bisa. Sering perbedaan terjadi diantara kami, selisih pendapat, marah, sling diem menjadi sebuah hal yang kemudian sering kami jalani. Sebenarnya aku yang sering membuatnya jengkel dan marah, tapi aku hanya pingin bilang ‘ aku sudah mulai menikmati apa yang namanya keju”. Pernah suatu kali aku memberikan kado terburuk untuk ulang tahunnya yang ke 19, sebuah tangisan yang seharusnya tak perlu. Karena rasa cemburu aku hanya ingin dia pergi karena aku tak boleh pergi. Rasa itu seharusnya tak kuperturutkan seharusnya aku bersikap sebatasnya teman karena memang tak ada sesuatu yang spesial diantara kami. Aku pingin dia menjadi benci sama aku sehingga ia dapat meraih senyumnya karena aku tahu siapa yang bisa membuatnya tersenyum. Sahabat baikku sendiri yang orangya emang angel dan polisi baginya. Dia baik bahkan baik banget aku tak pantas untuk dibandingkan dngannya. Dia selalu bisa untuk membuatnya tersenyum, beda banget dengan aku yang hanya bisa membuat nya menitiskan air mata. Tapi gak tahu kenapa aku terlalu menikmati peranku menjadi evil, seharusnya aku membantunya untuk bisa tersenyum dengannya, bukan malah memperturutkan egoku. Lagi-lagi aku hanya bisa membuatnya menangis.
Dia suka banget ama foto tapi gak suka untuk difoto dan juga suka banget ama yang namanya bola basket. Sebuah olahraga yang kurang begitu aku sukai. Karena tubuhku tak terlalu tinggi mungkin jadi sejak smp aku tak mau belajar untuk bermain basket. Selain itu mungkin itu memang permainan orng elit bukan seperti aku yang lebih suka bermain gobak sodor. Aku memang orang jadul mungkin jadi lebih tertarik dengan permainan yang kayak gitu. Baru setelah mengenal dia dan teman baiknya aku mulai suka bermain basket walau aku tak jago bahkan tak pandai untuk memainkannya, entah gak tahu kenapa aku jadi suka untuk memainkannya. Beda banget ama angel yang mahir bermain basket dan suka ama foto tapi tak suka untuk difoto. Itulah salah satu kesamaan mereka, lagi-lagi aku terlalu memperturutkan perasaan. Banyak hal bodoh yang aku lakukan, bukan membuat senyum tapi malah membuatnya simpul.
Dia terbiasa dengan ac yang beda banget dengan aku yang gak begitu suka ac. Aku lebih terbiasa bersahabat dengan mentari, ya mungkin itu yang membuat muka ini jadi item padahal ku masih ingat wajahku saat kecil, putih sebenarnya tapi beda banget dengan aku yang sekarang.Setiap kemanapun ia pergi ia sering banget memakai taksi, beda kali ya dengan saya yang keseringan naik bus, memang beda isi dompet yang terlalu jauh haha, masih teringat jelas sekali ia naik bus, gak tahu kenapa aku khawatir. Dia tak terbiasa berdesak-desakan atau kepanasan saat ia bepergian. Aku takut dia akan mabuk perjalanan. Dunia yang bukan dunianya banget. Aku kira dia gak jadi datang tapi malah nekat padahal aku tahu dia sangat tak terbiasa untuk naik bus berdesak-desakkan.Saat kami pulangpun aku hanya bisa nawarin dia untuk naik bus karena memang gak ada taksi ataupun mobil yang bisa untuk mengantarnya pulang. Lagi aku gak pintar untuk mengubah suasana malah aku membuatnya sangat marah dengan sikapku yang memaksanya untuk dia duduk, gak berhenti disitu saja usai turun dari bus bukan taksi yang nyaman yang aku berikan untuknya, malah aku salah pilih taksi karena aku memang tak tahu memilih taksi yang nyaman yang biasa ia gunakan. Duniaku memang berbeda banget dengannya coba kalau bus, aku pasti ngerti mana yang nyaman, mana yang cepet sampei. Dalam taksi itupun aku hanya bisa bilang dalam hati “maafin aku”.
waktu itu dia emang terlihat sedih dan gak tahu kenapa aku hanya pingin ngelihat dia tersenyum aja. Pingin rasa untuk membuat dia senyum tapi tangan ini tak sampai bisa mengusap air mata. teringat jelas waktu dia mau nangis diperpus, bahkan uda keliatan air matanya bukan kata hiburan malah aku memarahinya. Maaf aku memang tak pandai untuk menghibur. Sebenarnya dia hanya pingin menceritakan sesuai dengan apa yang aku minta darinya. Bukannya mendengarkan dengan baik tapi sebelum ia cerita aku tak kuat melihat dia menangis. Gak tahu musti apa yang aku lakukan aku malah memarahinya, ALLAH mungkin saat itu mengingatkan bahwa aku tak boleh ikut campur terlalu dalam. Itu sudah masuk ke arah yang sangat pribadi, masalah yang jika aku turut campurpun tetep gak bisa merubah apa yang terjadi. Seiring berjalannya waktu bukannya menarik diri aku malah menjadi sok ngerti, sok tahu dengan apa yang terjadi. Padahal aku tak pernah tahu apa yang terjadi dengannya. Menjadi orang yang ingin terlihat mengerti tapi bukan senyum yang tak kunjung hadir di wajahnya yang polos itu malah tangis dan simpul yang aku terlihat. Seharusnya sejak peristiwa di perpus itu aku mengerti batasanku tapi aku malah sering melanggar batas itu.
Sedikit ngerti mengenai masalah yang terjadi, ternyata itu masuk ke area yang sangat pribadi, lagi aku berpikir aku siapa? bukan siapa-siapa lantas aku musti berbuat apa? hanya pingin ngelihat dia senyum aja. senyum sehingga air mata tak lagi menetes.
Dia suka banget ama hujan, apa karena itu dia jadi hobi untuk meneteskan air mata. padahal ketika melihat nya menangis aku gak tahu kenapa hati ini juga terasa sesak., katanya hujan itu bisa membuat dia sedikit tenang dalam menghadapi setiap permasalahannya. Dan gak tahu kenapa aku malah melarang dia untuk hujan-hujanan, selain maslah entar jadi skit setelah ujan-ujanan, aku hanya gak pingin aja dia terbiasa dengan hujan. dengan terbiasnya ia dengan hujan aku takut ia jadi terbiasa untuk menangis, karena setiap ia bermain hujan aku mendapatinya ia sering menangis. Hanya dengan melarangnya paling tidak aku pingin dia mengingat, menikmati hujan tak selalu dengan hujan-hujanan.
Di tempat itu tak sengaja aku lewat dan melihat dia baru saja keluar dari kamar mandi. yang bikin aku sesek itu adalah ketika dia bilang abis mimisan. 'Gak pa-pa', dia memang sering terlihat pucet bahkan ia juga membawa in haler, tablet atau pil yang ia namakan vitamin, bahkan sering juga bawa masker. Mungkin karena backgroun orangtuanya yang masih ada hubungannya dengan rumah sakit, meski bukan dokter jadi bawaannya mungkin bisa gitu. dia kuat bahkan lebih kuat dari aku, dengan santainya ia bilang 'gak pa-pa mas, aku kan gak sakit'. padahal aku sampai menghela nafas melihatnya, meski aku tidak tahu kau kenapa tapi aku pingin ngelakuin sesuatu, sehingga wajah itu terlihatnya berseri bukan pasi.
Dia takut banget ama gelap, takut ama kecoa dan juga petir. Tapi yang paling ditakuti itu adalah sesuatu tentang abannya. Hal yang sering membuatnya menangis bahkan lebih dari rasa takut yang terkadang membuatnya bisa berteriak hebat. gak tahu apa yang terjadi diantara mereka, tapi itulah yang membuat ia menangis. sejak saat itu dia seperti orang yang tertidur, suka berperan menjadi oranglain. Lebih tepatnya suka menutupi kesedihannya agar terlihat ceria depan teman2nya. Dia emang selalu tabah dan terlihat ceria menghadapi hari tapi gak tahu kenapa aku melihatnya menangis, sejak saat itu aku menyebutnya "Tuan Putri Tidur" yang belum bangun karena menanti pangeran yang akan membangunkannya dan membuat harinya benar2 penuh senyuman.
Seharusnya sejak dia bilang polisinya itu X aku nyadar itu salah satu alasan yang bisa membuat ia terbangun. aku malah berbuat salah dengan memperturutkan perasaan dalam menjalin ikatan diatara kita, kita memang hanya sebatas teman, dan aku yang salah menafsirkan. bukan salah menafsirkan tapi aku tahu hanya saja bersikap gak mau tahu hanya mementingkan egoku. lagi-lagi kau malah menangis.
aku dulu memang pernah bermimpi pergi kerumahmu dan bertemu dengan ,,, dengan gampang aku bilang pada ,, bahwa aku akan menjaga senyumanmu tapi apa yang kuperbuat malah membuatmu lebih nyenyak tertidur, kau sering cemberut melihat pesan singkatku, kau menangis dengan lakuku, kau jengkel dengan apa yang keluar dari mulut ini, yA, bukan senyum TAPI MALAH TANGIS, mungkin arti mimpi itu terbalik bahwa aku hanya akan membuatnya sering menangis.
Banyak kata yang ingin tertuang tapi aku tak mampu menulisnya dalam coretan ini. aku hanya pingin bilang, Tuan Putri tidur cepatlah kau bangun,,,
11/10/11
Sory ya, ketinggalan
haha, kejadian lucu yang tak pernah kusangka bakal terjadi. padahal dulu aku ngedengernya dari orang lain, tapi kini aku mengalaminya sendiri. uda, basa basinya,, perjalanan itu dimulai,,, tepat disore itu ketika kami (aku dan adik tingkatku yang selalu punya wajah dengan ekpresi datar atau jarang terlihat senyum) hendak pergi kesuatu tempat tepatnya sih di acara anak-anak di atas sana dimana masih banyak ditemui hijaunya pepohonan dan sejuknya udara di pagi hari. tapi kalau malam dinginnya minta ampun.kami berangkat awalnya mau jam 4 tapi karena biasa jam karetnya jawa kami jadinya berangkat sekitar jam stengah 5 lebih, untungnya tadi uda ashar di masjid depan jadinya bisa langsung capcus. awalnya kami berdua mau barengan ama kelompok 07, tapi tak ceritain dulu ya. kami mampir dulu untuk ambil stiker dulu di daerah kampus kentingan. abis itu kami meluncur, tapi mampir lagi ke pom bensin. haha, inilah awal ceritanya. Setelah Adik tingkatku itu, sebut aja si A (emang nama depannya pake huruf A tapi ini disamarkan padahal uda banyak yang tahu) _kebanyakan kurungnya. Si A tak suruh nunggu dulu didepan sambil aku beli bensin,,, sudah selesai langsung aku samperin dia kayak orang ilang didepan pom bensin sambil nunggu kawan-kawan 07 yang tadi janjian. haha,, karena takut kemaleman juga karena lampu belakangnya mati jadi aku bilang ke a, gmana kalau kita duluan, tapi tak sms dulu. dia cuma jawab yo, terserah. oke, ters aku sms kawan 07, kemudian setelah sedikit lama (padahal cuma beberapa menit) aku kemudian yang tetep nangkring di motor, bilang yuk berangkat atau uda siap (ah ini aku lupa bilang apa) tapi setelah itu aku ingatnya, wis? langsung aku pacu motor tanpa ragu,,, wus....., dengan kencengnya motor itu kupacu tanpa menoleh kebelakang tentunya. e terasa ringan,,, cepat sampe gak kerasa kayak ada yang berkurang. tiba-tiba hape berdering,, ah, gak kupeduliin, paling dari kakakku yang nanya kapan pulang atau dari kawan 07. dan tanpa menoleh ke belakang tetep aja kupacu motor karena hari uda mulai gelap diatas. tapi kok hpku bunyi lagi setelah tadi bunyi. ah pingin menepi sambil aku bilang ke orang belakang tak menepi dulu ya ada telepon. trus aku menepi,, tarraaa......hebatnya sambil menepi aku tengok hpe kok miscallnya dari A... wow tak toleh kebelakang ternyata e ternyata emang ada yang ketinggalan si A gak ada,,, hohoho..... ketinggalan dimana ya ?????? terus tadi aku boncengin siapa??? tak angkat deh telpunnya sambil teriak atau apa gak tahu karena gak jelas, terus aku puter balik dengan kecepatan 90 km/jam gak ampe seratus soalnya jalannya juga rame dan sejak peristiwa dulu insting naik motorku jadi berkurang.so, tanpa pikir panjang terus aja ku naik motor menuju tkp tempat si A ketinggal. kring ada sms lagi keknya, ternyata dari si A,, dia bilang, aku ada di deket lampu merah (intinya itu tapi lupa kata-kata yang sebenarnya) ya uda ku terus menuju tkp sambil ketawa sendiri dalam hati sambil ngebayangin reaksi gerutuan dia. pasti lucu, soalnya dia selalu sih dengan ekspresi datar akhir-akhir ini. gak tahu kenapa, musti sedikit tahu tentang masalah dia. Thit... gak sah dibahas kalau itu langsung ke tkp aja. sesampai di tkp emang bener dia kek anak ilang aku lihatnya sambil megang hape. (maaf tadi kutinggal, Kata, sik terdengar wis). ya uda kusamperin dia sambil ngedenger gerutuan dia dengan ekpresi yang gak lagi datar sebentar, terus keknya aku bilang sorry apa tidak lupa yang jelas aku dan dia lanjut berangkat ke tujuan sambil sedikit candaan terbawa. Katanya aku gak boleh nyritain peristiwa ini so, aku iyain aja paling dia sendiri yang akan cerita. Hohoho, malu, lucu dan apa deh namanya yang jelas ini emang sangat lucu bagiku. maafin aku ya, al.. hehe,, tapi ternyata gak smpe disitu uda mau smpe di atas ternyata kami di beri hadiah lagi, e bannya kempes... ada-ada aja perjalanan dengan dia yang meninggalkan sebuah memori yang terekam lagi. memori perjalan solo-sukuh yang bisa dibilang seru,,, dan kalau gak lucu bagi yang baca gak apa deh kan hanya pingin menulis dalam coretan aja.. hehehe 'buat si tokoh, sering senyum aja ya,,' keep smle :)
07/03/11
maaf..
untuk dia pecinta hujan
tak bermaksud
tapi hanya maaf yang bisa ku ucap
smile ya..
aku tidak suka hujan yang ini...
semoga mendung itu lekas berlalu
berganti dengan cerahnya sinar mentari
jangan hujan lagi
aku tak ingin melihatnya....
tak bermaksud
tapi hanya maaf yang bisa ku ucap
smile ya..
aku tidak suka hujan yang ini...
semoga mendung itu lekas berlalu
berganti dengan cerahnya sinar mentari
jangan hujan lagi
aku tak ingin melihatnya....
02/03/11
langkah kaki ini..
tak terhenti hanya pada satu langkah
karena aku ingin terus berjalan
meniti waktu yang terus mengejar
sudah lelah untuk bilang terlelah
jika aku menyerah pada langkah ini
maka langkah yang sudah sejauh ini, terlalu sayang jika harus terhenti..
teruslah melangkah hingga ujung penantian sang waktu itu tiba
..
karena aku ingin terus berjalan
meniti waktu yang terus mengejar
sudah lelah untuk bilang terlelah
jika aku menyerah pada langkah ini
maka langkah yang sudah sejauh ini, terlalu sayang jika harus terhenti..
teruslah melangkah hingga ujung penantian sang waktu itu tiba
..
06/10/10
maaf Buat Joan
….
Malam itu tak seperti biasa, suasana dikamar itu menjadi berbeda dari biasanya. Kamar yang sebenarnya sepi tiba-tiba terdengar suara aneh ditelinga Rara. Suara-suara yang sebenarnya sudah tidak asing lagi ditelinga Rara muncul dalam kesunyian malam, memecah heningnya suasana di malam itu. Seluruh tubuh Rarapun menjadi gemetar, hati yang semula sedih sepeninggal sahabat karibnya Joan kinipun berubah menjadi rasa takut yang amat sangat. Tangannya gemetar, jantungnya berdebar tidak karuan dan keringat dinginpun muncul ketika ia ingin memegang gagang pintu kamar itu, serasa takut dan tak ingin untuk membuka pintu kamar itu, namun dengan sekuat tenaga akhirnya ia pun mencoba untuk memberanikan diri membuka pintu tersebut. Perlahan-lahan ia mulai memutar gagang pintu itu dan dengan perasaan takut ia mulai membuka pintu. Iapun hanya berdiri didepan pintu kamar menyaksikan wajah-wajah yang masih samar di mata Rara sedang berbincang-bincang dikamar tersebut. Dengan seksama iapun menyaksikan percakapan tersebut, tanpa disadari iapun merasa mulai mengenali percakapan tersebut namun terasa masih samar. Dalam hati ia berkata ‘ aku serasa mengenal percakapan ini tapi dimana?”. Iapun mulai melangkah kedepan namun tak berapa lama ia menghentikan langkah seraya wajah yang tersamar mulai menjadi jelas untuk terlihat kemudian dengan tiba-tiba memutuskan untuk segera lari keluar dari kamar tersebut. Ia berlari dengan kencang dan kemudian langsung menuju kamarnya dengan perasaan takut yang masih terasa.
…
Sore hari sebelum malam itu Rara berada dirumah temannya Joan. Ia datang bersama Heni salah satu sahabatnya. Air mata merekapun mulai terurai saat melihat bendera merah terpasang dirumah Joan. Suasana ramai yang tiap hari ada ditengah-tengah keluarga Joan saat itu berubah menjadi suasana yang penuh keharuan. Pagi hari sebelum peristiwa itu terjadi seperti biasa Joan dan Heni yang memang tetangga dekat hendak pergi ke rumah Rara menjemputnya untuk pergi kuliah. Namun tak seperti biasanya Joan tidak memakai mobil yang biasa ia kendarai karena memang sedang berada dibengkel langganan keluarganya, ia hanya naik sebuah motor tahun 90an milik ayahnya untuk menjemput Rara. Heni pun, yang semula biasa nebeng dimobil Joan kini harus mengendarai motor matic kesayangannya yang baru dibeli 3 bulan yang lalu. Berdua mereka berangkat menuju rumah Rara namun sebelum sampai dirumah Rara tiba-tiba hp joan bordering, iapun membuka sms yang isinya ‘Joan jika dalam 10 menit kamu tidak sampai kerumahku aku tidak akan memberi jawaban atas pertanyaanmu semalam’. Lalu melihat sms dari Rara iapun memacu motornya dengan kencang. Henipun sempat berteriak ‘Joan, jangan terlalu cepat jalanan sedang rama’. Namun ia tak menggubris teriakan dari Heni, ia tetap mengendarai motornya dengan kecepatan penuh. Hp joan terus saja beredering kali ini suara dering telepon ia pun mengangkat Hp karena dilayar muncul nama Rara. Namun tiba-tiba ada seorang kakek tua menyeberang jalan. Tanpa sempat berpikir iapun membelokkan motornya kea rah kanan. Ia tak melihat kalau dibelakangnya ada sebuah metromini.
Kejadian itu terlalu cepat, metromini yang berada tepat dibelakang itu menubruk motor joan, ia pun terpental dari motornya dan helm yang dikenakan tiba-tiba melayang. Waktu itu joan tidak mengaitkan helmnya jadi saat peristiwa itu helmnya terpisah dari kepala joan. Bruk.. kepala joan pun menghantam aspal darah mulai berceceran kemana-mana. Orang-orangpun mulai berkerumunan melihat dan beberapa mulai menolong meminggirkan motor dan mengangkat tubuh Joan yang sudah berlumuran darah kepinggir jalan. Tanpa sempat untuk dibawa kerumah sakit Joan sudah menghembuskan nafas yang terakhir. Hpnya pun terpental kepinggir jalan dengan masih tetap berdering.
Ditempat lain Rarapun mulai gelisah karena selama 1 jam Joan dan Heni belum sampai kerumahnya. Ia terus menelpon Joan dan Heni, namun telepon dari Joan tak pernah diangkat. Disisi lain telepon Henipun selalu sibuk. Tanpa tahu apa yang terjadi ia memutuskan untuk berangkat kuliah diantar oleh kakaknya Anto. Ia pun kuliah seperti biasa, Rara adalah salah seorang yang agak pendiam dikelasnya. Ia hanya mau berbincang dengan orang yang sudah akrab dan telah mengenalnya. Ia tidak terlalu dekat dengan teman lain hanya joan dan henilah yang memang telah menjadi teman sejak SMU Rara bias menjadi anak yang ramai.
Suasana kuliah seperti biasa gaduh menanti dosen yang tak kunjung dating. Namun tiba-tiba suasana menjadi sunyi ketika salah seorang ketua kelas mengumumkan sebuah berita yang membuat suasana kelas menjadi senyap. “teman-teman satu angkatan, 5 menit yang lalu aku mendapat telepon dari sahabat kita Heni, katanya teman kita joan mengalami sebuah kecelakaan dan kini ia sudah tenang berpulang kehadirat-Nya. Keluarganya memutuskan untuk langsung memakamkan Joan sore ini juga. Bagi teman-teman yang ingin melayat kita akan kesana pukul 12. Marilah kita berdoa agar amal ibadahnya diterima dan ia mendapat tempat terbaik di sisi-Nya”. Tiba-tiba suhu tubuh berubah menjadi dingin, ia mencari hp nya ditas, tapi ternyata hpnya tidak ikut terbawa kedalam tas. Setelah itu mendadak matanya mulai mengabur, terlihat samar dan akhirnya ia saat ia mencoba berdiri ia langsung jatuh pingsan dan kemudian teman-temannya mencoba untuk membawanya ke ruang kesehatan kampus.
….
Keesokan harinya tak seperti biasa Rara yang sebelumnya salah seorang pendiam menjadi seorang yang ramai. Saat kekampus ia jadi rajin untuk berdandan, kebiasaan yang tak pernah ia lakukan namun kini ia lakukan. Ia mulai berani berbincang-bincang dengan orang lain terutama para cowok tak peduli apa orang itu kenal dekat dengannya atau tidak yang jelas Rara kini menjadi seorang yang ramai. Henipun terkejut melihat perubahan yang terjadi pada Rara. 180 derajat ia berubah dari yang biasanya. Ketika Heni ingin mengajak bicara kini Rara sudah tidak mau. Bahkan kini Rara juga tak mau kenal lagi dengan dengan Heni. Ia hanya mau berbincang-bincang dengan para cowok. Alhasil Rara yang sebenarnya berparas cantik memang banyak diterima keberadaannya oleh para cowok. Heni pun hanya tertegun aneh melihat perubahan Rara. Ia hanya bisa melihat sahabatnya dari jauh melihat perubahan yang sebenarnya Heni tidak suka.
Namun suasana aneh terjadi pada saat Heni sampai dirumah. Ia menjadi seorang yang sangat pendiam. Tak seperti di sekolah, ia menjadi seorang yang murung. Sore itu seorang teman lelaki yang bertamu dan iapun tidak mau menemuinya. Ia hanya menyendiri dikamar. Perubahan yang sangat jauh berbeda pada saat ia disekolah. Yang anehnya lagi pada malam harinya saat ia berada dirumah ia memegang Hp lalu ia menelpon Heni agar ia mau datang kerumahnya dan ngobrol dikamar yang dulu sering mereka bertiga bareng ngobrol. Namun karena Heni dari 1 minggu yang lalu sudah kerja part time di sebuah kafe tidak bisa meng-iyakan permintaan Rara. Heni musti bekerja demi dapat membantu orang tuanya untuk membayar biaya kuliahnya.
Rara pergi kekamar itu, seperti malam sebelumnya ia mendengar suara-suara aneh yang muncul dikamar itu. Sama seperti malam sebelumnya ia mulai membuka pintu kamar itu dan dalam bayangan matanya samar ada 2 orang yang sedang bercakap-cakap dikamar. Namun masih samar di mata Rara, ia juga merasa mengenal wajah dan percakapan yang terjadi didepan. Rara hanya berada dipintu kamar.
….
Keesokan harinya Heni yang semalam ditelpon Rara menghampiri Rara untuk mengajak dia ngobrol. Namun apa yang ia dapat tenyata Rara tidak mau ngobrol dengan Heni. Ia tak mempedulikan Heni dan asik ngobrol dengan para lelaki. Heni yang sudah senang saat semalam Rara telpon kini menjadi terheran pada sikap Rara. Iapun berpikir apa karena ia tidak datang kemarin malam. Tanpa berpikir panjang, Heni segera menyingkir dari percakapannya dengan Rara dengan teman lelakinya.
Siang harinya saat di kantin ia mencoba untuk menegur Rara yang sedang asyik ngobrol dengan para teman-teman cowok dikantin. Heni yang tak bisa marah pada Rara hendak ingin meminta maaf kepada Rara karena semalam ia tidak bisa datang. Alih-alih mendapat maaf, Rara yang merasa terganggu tiba-tiba menampar heni tanpa sebab yang jelas. Heni yang tak bisa membalas hanya bisa lari menyingkir dari hadapan Rara. Heni lari menuju ke balik gedung tempat mereka bertiga dulu sering berkumpul. Heni hanya bisa mengeluarkan air mata di sana dan berpikir sekarang Rara berubah menjadi orang asing yang tak mau kenal dengannya. Henipun hanya bisa menangis sendiri ditempat itu. Satu jam setelah Ia menangis kemudian pulang kerumah untuk siap-siap pergi ke kafe tempat ia bekerja. Tanpa sengaja Hpnya tertinggal dikursi tempat ia duduk.
…
Sepulang kuliah, seperti sebelumnya ia menjadi seorang yang pendiam yang suka murung dikamar sendirian. Setiap ada teman laki-lakinya yang bertamu ia tidak mau menemuinya. Ia lebih suka berada dikamar. Dan tepat pukul 8 malam ia memegang gagang telpon rumahnya dan mencoba menghubungi Heni. “halo, heni.. saat ini kau ada dimana? Bisakah kau datang kerumah sekarang?”. “Maaf Rara, saat ini saya sedang bekerja di kafe, jadi tidak bisa datang kerumahmu. Kamu hubungi Joan saja” tiba-tiba suara itu muncul ditelinga Rara, suara yang sebenarnya tidak ada namun selalu terdengar ketika ia mencoba menelpon Heni. Setelah memegang gagang telpon ia menuju kamar itu. Iapun berdiri dikamar itu dan menyaksikan adegan yang masih samar dalam ingatan Rara. Sebuah adegan percakapan yang rasanya ia kenal namun ia tidak bisa mengingatnya.
Keesokan harinya tetap seperti itu, ketika di sekolah ia menjadi seorang yang ramai dan saat ia dirumah ia menjadi seorang yang pendiam dan murung. Sore hari lebih suka menghabiskan waktu dikamar dan ketika jam 8 ia memegang gagang telpon dan seraya terus menghubungi Heni agar ia mau datang kerumah setelah itu ia berdiri didepan pintu kamar itu menyaksikan sebuah adegan percakapan yang masih tersamar di ingatannya. Kejadian itu terus setiap malam ia lakukan sama untuk malam-malam selanjutnya. Dan hal aneh lain terjadi setiap ada yang ingin bertemu Rara selalu tidak bisa menemuinya. Selalu dan selalu padahal siang hari mereka sudah janjian untuk pergi keluar bersama namun setelah sampai dirumah Rara tidak mau menemui mereka. Hal itu terus berlanjut sampai orang menjadi terbiasa dengan sikap Rara yang seperti itu.
Hari ini tepat 1 tahun kematian Joan. Malam itu kebetulan Heni sengaja mengambil cuti karena ingin menemui Rara di rumahnya. Heni yang sudah melupakan tamparan Rara waktu itu berniat menghampiri Rara dan mengajaknya bareng ke rumah Joan untuk mengadiri 1 tahun meninggalnya Joan. Heni yang nomernya sudah ganti karena dulu hpnya hilang mengirim pesan ke hp Rara. “ Ra, entar jam 8 aku ke rumahmu, kita bareng ke rumah Joan”.
Sesampainya dirumah Rara ia Heni bertanya kepada ibunya Rara “ maaf tante, Raranya apa ada?” ibunya yang terheran melihat Heni yang berada di depan pintu rumah berkata “ kata Rara kamu kerja di kafe dan tidak bisa datang ke rumah, kok tiba-tiba kamu datang kemari?” Heni pun terkejut, ia merasa tidak merasa menerima telpon dari Rara. “ setiap malam Rara selalu bilang kamu sekarang sibuk dan tidak bisa bisa datang keruamah.” Heni yang tidak merasa menerima telpon dari Rara akhirnya bergegas menghampiri Rara. Tepat di depan pintu kamar Rara berdiri Heni terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Rara. “hen, ternyata kamu jadi bisa datang itu didalam sudah ada joan sedang berbincang dengan siapa aku tidak tahu. Ayo masuk aku takut karena aku tidak tahu siapa yang ada didalam menemani Joan, mungkin kamu kenal?” Heni yang masih tertegun langsung memeluk Rara dan air mata keluar deras dari mata Heni..
…
Malam sebelum kematian Joan, tepat pukul 19.30 Rara merasa kesepian dirumah dan menelpon Heni agar ia mau datang kerumah menemaninya. Namun karena masih bekerja Heni menyuruh agar Rara menghubungi Joan agar bisa menemaninya. Saat itu tepat pukul 8 malam Joanpun bersedia menemani Rara. Joan yang memang sudah lama suka kepada Rara malam itu mengutarakan isi hatinya kepada Rara. Saat itu Rara masih bingung dengan apa yang harus dijawab atas pertanyaan Joan apakah ia mau menjadi pacarnya. Rara meminta waktu semalam untuk berpikir, Joanpun yang tak ingin memaksa memberi waktu semalam untuk berpikir. Malam itu Joan juga sempat berkata “ Ra, kamu berubah dong biar bisa menjadi orang yang penuh keceriaan jangan cemberut melulu entar cepet tua lho. Sekali-kali menjadi anak yang ramai bolehkan? Toh kita juga tak melakukan hal yang menyalahi aturan. Menjadi orang yang sedikit ramai itu tidak salahkan”. Pinta terakhir Joan dimalam sebelum akhirnya jam 10 malam Joan pulang kerumah.
07/02/10
Perjalanan mutiara bening..
Sifatku cair, tak bisa seseorangpun menggenggamku dan aku kan terus mengalir entah sampai kemana yang jelas aku kan terus menikmati perjalanan ini. Hmm dalam perjalanan aku ditemani tarian pohon, nyanyian angin, tawa ikan yang ikut temani serta kerikil yang senantiasa ada dan terbawa arusku. Sang ikanpun berjuang berusaha agar tidak mengikutiku, kalian hebat aku kagum. ach aku tetap harus berjalan dan terus berjalan selamat tinggal ikan-ikan kecil.
eh, sampai aku juga ke tujuan, wah ternyata ada sang ikan lagi, jumpa lagi dengan kalian, walau berbeda, eh apa itu ada batu besar, tapi bukan kerikil wah aku tak dapat membawa bersama, akan ku kikis kau, dan akan kubentuk kau agar orang mengagumi dengan bentuk yang indah.
Kenapa tiba-tiba aku ringan, aku tidak terlihat tapi hore aku bisa terbang. Selamat tinggal kerang, ikan, karang aku ternyata harus melanjutkan lagi perjalananku.
Wah, ternyata selainku ada yang bisa terbang, bukan ikan tapi ternyata namanya burung. Tapi dia tak melihatku, aku ingin terlihat kembali. Wah, ternyata warnaku putih, hai biru lazuardi bolehkan aku melukis disini, biar menambah elokmu. Tapi kenapa aku begitu ringan, ya udah ku lanjutkan perjalananku aja.
Lama kelamaan aku kangen juga ma ikan, pohon karang jadi sedih ni. Ech kenapa warnaku jadi hitam, kenapa aku jadi mengkristal, tubuhku sekarang jadi berat lagi tak kuat lagi menahan berat ini.. Angin kau mau bawa kemana, aku masih ingin menghias langit sore ini, memberi peneduh pada anak-anak kecil itu. Dengan berat aku hanya bisa berteriak sambil mengeluarkan cahaya indah menuju ke bumi. Hey, mentari saat aku turun nanti maukah kau membantuku. Menambah langit menjadi indah di kala senja, aku pingin menciptakan pelangi untuk kado buat sang biru, sebagai ucapan terimakasihku padanya. Sebagai ucapan maafku pada langit karena selama aku hadir aku hanya bisa menutupi indahnya langit malam. Sehingga aku tak lagi menutupi indahnya mutiara malammu.
Sulit dilupakan, tapi sekarang musti kembali menjadi mutiara bening yang kan selalu melangkah hingga kembali ketempat asal.
eh, sampai aku juga ke tujuan, wah ternyata ada sang ikan lagi, jumpa lagi dengan kalian, walau berbeda, eh apa itu ada batu besar, tapi bukan kerikil wah aku tak dapat membawa bersama, akan ku kikis kau, dan akan kubentuk kau agar orang mengagumi dengan bentuk yang indah.
Kenapa tiba-tiba aku ringan, aku tidak terlihat tapi hore aku bisa terbang. Selamat tinggal kerang, ikan, karang aku ternyata harus melanjutkan lagi perjalananku.
Wah, ternyata selainku ada yang bisa terbang, bukan ikan tapi ternyata namanya burung. Tapi dia tak melihatku, aku ingin terlihat kembali. Wah, ternyata warnaku putih, hai biru lazuardi bolehkan aku melukis disini, biar menambah elokmu. Tapi kenapa aku begitu ringan, ya udah ku lanjutkan perjalananku aja.
Lama kelamaan aku kangen juga ma ikan, pohon karang jadi sedih ni. Ech kenapa warnaku jadi hitam, kenapa aku jadi mengkristal, tubuhku sekarang jadi berat lagi tak kuat lagi menahan berat ini.. Angin kau mau bawa kemana, aku masih ingin menghias langit sore ini, memberi peneduh pada anak-anak kecil itu. Dengan berat aku hanya bisa berteriak sambil mengeluarkan cahaya indah menuju ke bumi. Hey, mentari saat aku turun nanti maukah kau membantuku. Menambah langit menjadi indah di kala senja, aku pingin menciptakan pelangi untuk kado buat sang biru, sebagai ucapan terimakasihku padanya. Sebagai ucapan maafku pada langit karena selama aku hadir aku hanya bisa menutupi indahnya langit malam. Sehingga aku tak lagi menutupi indahnya mutiara malammu.
Sulit dilupakan, tapi sekarang musti kembali menjadi mutiara bening yang kan selalu melangkah hingga kembali ketempat asal.
29/06/09
langit malam itu..
mlam itu,
tak sengja aku mlht langit dimlm,
sperti biasa langt cerah dan penuh bntang brkelip,
ign aku mraih satu sja,
ign aku brikan
untk mrka yang sllu brsdih
agar mrka bsa trtwa
trsnym dgn riang..
namun ap aku bsa?
pertanyaan yang retoris,
namun untk smua
aq hny dpt brkta
slma msh ada masa,
lakukn ap yang ign kmu lakukan
dengan sepenuh hati
karna
kta tdk kan tahu
apkh esok ada ataupun tiada?
wlo bkn untk drimu
tpi pkrkn org yg ad dsktarmu...
tak sengja aku mlht langit dimlm,
sperti biasa langt cerah dan penuh bntang brkelip,
ign aku mraih satu sja,
ign aku brikan
untk mrka yang sllu brsdih
agar mrka bsa trtwa
trsnym dgn riang..
namun ap aku bsa?
pertanyaan yang retoris,
namun untk smua
aq hny dpt brkta
slma msh ada masa,
lakukn ap yang ign kmu lakukan
dengan sepenuh hati
karna
kta tdk kan tahu
apkh esok ada ataupun tiada?
wlo bkn untk drimu
tpi pkrkn org yg ad dsktarmu...
22/06/09
membaca ini..
tepat pagi itu,hpku berbunyi...ada sebuah sms
"mas pahami kata-kata ini baik2, jika mas ingin mendapatkan seseorang yangbaik (dalam berbagai hal), dan mampu menjaga izzahnya jdilah seperti itu. Dekati Dzat yang memilikinya..Allah, afawan ada satu visi yang harus... raih, dan.. takut perhatian berlebihan mas pada.. bisa menjauhkan... pada visi itu. Jangan menilai sesuatu hanya "letter lock"nya saja... pahami. begitupun dengan pacaran.. apapun ... begitupunislam. afwan aku punsdang belajar. wass"
aku hanya bisa terdiam, dan merenung begitu mulianya ia.. apa aku pantas?
"mas pahami kata-kata ini baik2, jika mas ingin mendapatkan seseorang yangbaik (dalam berbagai hal), dan mampu menjaga izzahnya jdilah seperti itu. Dekati Dzat yang memilikinya..Allah, afawan ada satu visi yang harus... raih, dan.. takut perhatian berlebihan mas pada.. bisa menjauhkan... pada visi itu. Jangan menilai sesuatu hanya "letter lock"nya saja... pahami. begitupun dengan pacaran.. apapun ... begitupunislam. afwan aku punsdang belajar. wass"
aku hanya bisa terdiam, dan merenung begitu mulianya ia.. apa aku pantas?
14/06/09
Siapa aku???
siapa aku??
Tiba-tiba
Pertanyaan itu kemmbali hadir..
Padahal telah lama aku tidak mengingat pertanyaan tersebut
Dulu orang bilang aku pendiam
Sekarang banyak ngomong
Dulu orang bilang aku penyabar
Sekarang emosian
Dulu orang bilang begitu
Sekarang begini….
Semakin aku berpikir tentang diriku
Semakin aku tidak mengenal siapa sebenarnya aku?
Pagi ini aku tidak tahu apa yang ada pada diriku
Siapa aku???
Pertanyaan besar
Yang sampai sekarang tidak pernah terjawab
Aku memang emosian
Tapi kadang aku juga ….
Aku memang pemarah
Tapi aku juga…
Aku memang banyak ngomong
Tapi aku juga..
Aku memang…
Tapi aku…
Menyeruak pertanyaan itu mengalir,
Tapi berbagai hari yang kulalui
Pagi ini aku hanya bisa menjawab
Aku adalah manusia biasa
Yang bukan siapa-siapa
Dan tidak tahu apa-apa
Terkadang apa yang mereka piker tentang aku
Mungkin memang benar
Tapi juga salah…
Namun dari semua hal itu
“Whatever you think, I tihink opposite”
pertanyaan itu mungkin tidak kan pernah terjawab…
yang jelas aku adalah aku
I think myself and just be myself…
Thanks to Allah SWT…
For all…
Tiba-tiba
Pertanyaan itu kemmbali hadir..
Padahal telah lama aku tidak mengingat pertanyaan tersebut
Dulu orang bilang aku pendiam
Sekarang banyak ngomong
Dulu orang bilang aku penyabar
Sekarang emosian
Dulu orang bilang begitu
Sekarang begini….
Semakin aku berpikir tentang diriku
Semakin aku tidak mengenal siapa sebenarnya aku?
Pagi ini aku tidak tahu apa yang ada pada diriku
Siapa aku???
Pertanyaan besar
Yang sampai sekarang tidak pernah terjawab
Aku memang emosian
Tapi kadang aku juga ….
Aku memang pemarah
Tapi aku juga…
Aku memang banyak ngomong
Tapi aku juga..
Aku memang…
Tapi aku…
Menyeruak pertanyaan itu mengalir,
Tapi berbagai hari yang kulalui
Pagi ini aku hanya bisa menjawab
Aku adalah manusia biasa
Yang bukan siapa-siapa
Dan tidak tahu apa-apa
Terkadang apa yang mereka piker tentang aku
Mungkin memang benar
Tapi juga salah…
Namun dari semua hal itu
“Whatever you think, I tihink opposite”
pertanyaan itu mungkin tidak kan pernah terjawab…
yang jelas aku adalah aku
I think myself and just be myself…
Thanks to Allah SWT…
For all…
13/06/09
A & C
angin brhembus
datang silih brgnti
kadang membawa kesejukan
kadang membuat tubuh menggigil
...
ketika cinta hadir
kadang mmbwa kesejukn di hati
kadang membwa perih
ktka ia mbwa ska senyum it ad
ktka menrehkan luka tangis itu hdir
apakah cinta itu seperti angin?
yang akan slalu brgerak.,
bergerak tnpa thu ap yang dibwany
seperti angin
yang kadang membwa serta air
atau skedar debu
datang silih brgnti
kadang membawa kesejukan
kadang membuat tubuh menggigil
...
ketika cinta hadir
kadang mmbwa kesejukn di hati
kadang membwa perih
ktka ia mbwa ska senyum it ad
ktka menrehkan luka tangis itu hdir
apakah cinta itu seperti angin?
yang akan slalu brgerak.,
bergerak tnpa thu ap yang dibwany
seperti angin
yang kadang membwa serta air
atau skedar debu
08/06/09
kembali..
kemarin..
aku terjatuh
tersudut
tak ingin melakukan apa-apa
kemarin..
tawa riangku hilang
senyumku memudar
kemarin..
aku benar-benar
tak tahu harus berbuat apa
ingin rasanya menghilang
tapi..
kini aku ingin kembali
ingin terus tersenyum
menggapai asa yang baru
kenapa harus jatuh
masalah ituharus diselesaikan
gak boleh kuhindari
buat seseorang yang membuatku tersenyum kembali
terimakasih..
saat bini harus kuperjuangkan asa dan mimpiku
harus selalu tersenyum meski masalah mendera
aku kembali...
kembali bangun dari tidurku
aku terjatuh
tersudut
tak ingin melakukan apa-apa
kemarin..
tawa riangku hilang
senyumku memudar
kemarin..
aku benar-benar
tak tahu harus berbuat apa
ingin rasanya menghilang
tapi..
kini aku ingin kembali
ingin terus tersenyum
menggapai asa yang baru
kenapa harus jatuh
masalah ituharus diselesaikan
gak boleh kuhindari
buat seseorang yang membuatku tersenyum kembali
terimakasih..
saat bini harus kuperjuangkan asa dan mimpiku
harus selalu tersenyum meski masalah mendera
aku kembali...
kembali bangun dari tidurku
thx for It..
hari jum'at lalu..
ada sebuah sms..
"Dialah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin untuk menammbah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada)
dan milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui, maha Bijaksana"
(al Fath: 48/49)
Allah lah yang Maha membolak-balikkan hati yang dapat memberikan ketenangan, jadi jangan ragu untuk meminta pada_Nya.
thx for it
Berkat itu aku jadi terus mikir, dan sekarang aku harus terus semangat..!!!
makasih...
ada sebuah sms..
"Dialah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin untuk menammbah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada)
dan milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui, maha Bijaksana"
(al Fath: 48/49)
Allah lah yang Maha membolak-balikkan hati yang dapat memberikan ketenangan, jadi jangan ragu untuk meminta pada_Nya.
thx for it
Berkat itu aku jadi terus mikir, dan sekarang aku harus terus semangat..!!!
makasih...
Langganan:
Postingan (Atom)

