05/03/12

hujan yang tak biasa


Malam  itu langit begitu gelap
Padahal sebelumnya tampak begitu cerah
Ditemani sang bintang
Saat ia kutemui dalam bentuk menyabit
Berharap untuk tidak turun bulir itu
Karena saat ini yang aku ingin
Ialah tetap melihatnya menyabit
Namun apa yang kudapati
Sang lazuardipun berkata lain
Terasa begitu sesak
Aroma basah ini tak aku inginkan
Tik.. tik.. tik...
Rintik yang berlalu begitu cepat
Berganti bulir yang turun kian derasnya
Bumipun langsung basah
Tubuh inipun hanya terdiam
Hanya bisa melihat kian derasnya
Tanpa bisa berbuat apa
Malam kian semakin gelap
Ia tetap dengan derasnya
Ditambah Kilatan cahaya disertai raungan
Menambah rasa ini semakin bergetar
Rasa takutpun datang menyelimut
Berharap Semoga lekas reda
Tapi mengapa malah semakin kencang
Kapan berhentinya
Aku terus bertanya
Namun kali ini hujannya tak biasa
...................................................
Semoga lekas menyabit

panah

___________Panah________

Gue bukan orang baik, tak seperti apa yang terlihat. banyak hal buruk yang telah aku lakukan. dan itupun jauh dari kebaikan.

Maafkan hambamu ini ya Allah,
setelah banyak karunia yang telah ENGKAU berikan tapi apa yang banyak ku lakukan. aku malah sering ingkar kepada-MU, aku bukan orang yang taat kadangpun ketika mals aku mengindahkan perintah-MU malahan itu sering. di usiaku yang lebih dari 25 tahun ini apakah masih ada tempat untuk hamba. hamba yang sering mengingkari nikmat yang ENGKAU berikan, Hamba yang terlalu banyak berbuat salah bahkan tak akan bisa terhitung lagi apa masih bisa aku dijanjikan taman Firdaus itu. jika memang masih ada tempat yang bisa aku tempati di taman itu maka perkenankanlah hamba untuk belajar mulai dari sekarang. Tuntulah aku ya Allah ke jalan yang ENGKAU ridhoi. aku memang pendosa dan banyak salah yang aku perbuat maka ampunilah hambamu ini.

maafkan aku ayah, ibu...
setelah apa yang telah kau berikan padaku dari aku kecil hingga aku dewasa tapi apa yang aku perbuat sekarang?? aku malah sering meninggikan suaraku dihadapan kalian tanpa rasa bersalah sering mengacuhkan apa yang menjadi perintah kalian. sebenarnya aku tak ingin melakukan ini tapi aku juga gak tahu mengapa ini bisa aku lakukan. Banyak harapan yang kau tumpahkan padaku tapi akupun banyak mengecawakan. Aku hanya ingin membalas senyum yang telah kau berikan tapi aku masih bingung dengan cara apa. Andai saja aku sudah bisa berbuat sesuatu maka aku ingin, ya Allah berilah hamba ini kemudahan sehingga hamba bisa menambah senyum mereka, memikul beban yang mereka angkat sehingga air mata dan keringat yang mereka cucurkan bisa berkurang. Ampunilah dosa mereka ya ALLAH....

___________MAAFKAN AKU___________

kata orang bijak


ü Orang yang berhasil akan mengambil manfaat darikesalahan-kesalahan yang ia lakukan,  dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. (Dale Carnegie)
ü Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. (Cicero)
ü Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu (Benjamin Franklin)
ü Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingankepentingan kecil untuk mengejar kepentingan-kepentingan yang lebih besar. (La Roucefoucauld)
ü Tiga sifat manusia yang merusak adalah, kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. (Nabi Muhammad SAW)
ü Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. (Mary McCarthy)
ü Kerendahan hati menuntun pada kekuatan bukan kelemahan.Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri. (John Mccloy)
ü Semakin tua. semakin aku menyadari dampak dari sikapku terhadap diriku sendiri. Sikap, menurutku, lebih penting daripada fakta, lebih penting daripada masa lalu. daripada pendidikan, daripada uang, daripada lingkungan, daripada kegagalan, daripada keberhasilan, daripada apa yang orang lain pikirkan, katakan, atau lakukan. Lebih penting daripada penampilan, hadiah, ataupun ketrampilan. Sikaplah yang membangun atau menghancurkan perusahaan, rumah ibadah, ataupun rumah. (Charles Swindoll)
ü Apa pun tugas hidup anda. lakukan dengan baik. Seseorang semestinya melakukan pekerjaannya sedemikian baik sehingga mereka yang masih hidup, yang sudah mati, dan yang belum lahir tidak mampu melakukannya lebih baik lagi. (Martin Luther King)
ü Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah,tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. (Bung Karno)
ü Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. (John Charles Salak)
ü Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan; tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa. (Denis Waitley)
ü Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, ini bukan soal apa yang anda pelajari di sekolah. Tetapi bila anda tidak pernah belajar makna persahabatan, anda benar-benar tidak belajar apa pun. (Muhammad Ali)
ü Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tetap tenteram jika ada orang lain merasa gelisah; ketidakmampuan untuk tetap merasa nyaman jika ada orang merasa tidak nyaman; ketidakmampuan untuk tetap berperasaan enak apabila seorang tetangga sedang gundah. (Samuel H. Holdenson)
ü Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi. (J. Donald Walters)
ü Maafkanlah musuh-musuh anda. tapi jangan pernah melupakan nama-namanya. (John F.Kennedy)
ü Hal terbaik yang bisa anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan anda. Tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri. (Benjamin Disraeli)
ü Ada dua macam manusia di dunia ini. mereka yang mencari alasan dan mereka mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjannya dapat terselesaikan. (Alan Cohen)
ü Agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup ini, anda harus mendengar jiwa anda. Untuk dapat melakukannya, anda perlu merasakan kesenyapan; yang ditakuti oleh sebagian besar orang, karena dalam kesunyian anda dapat mendengar kebenaran dan melihat pemecahan-pemecahan.  (Deepak Chopra)
ü Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja: siapa tahu. pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kaubenci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja; siapa tahu. pada suatu hari kelak, ia akan menjadi orang yang kaucintai. (Imam Ali RA)
ü Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan belum tentu sama nilainya dengan setetes budi. (Phytagoras)
ü Bila rahasia sebuah atom dari atom-atom tersingkap, rahasia segala benda ciptaan, baik lahir maupun batin akan tersingkap, dan kau takkan melihat pada dunia ini atau dunia yang akan datang sesuatu kecuali Tuhan. (Syaikh Ahmad Al-Alawi)
ü Lebih baik menjaga mulut anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap anda bodoh, daripada membuka mulut anda dan menegaskan semua anggapan mereka. (Mark Twain)
ü Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. (Mahatma Gandhi)
ü Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan. (Albert Einstein)
ü Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran. (Corrie Ten Boom)
ü Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kita kehilangan semangat. (Abraham Lincoln)
ü Seberapa jauh perjalanan anda dalam hidup ini bergantung pada; apakah anda bersikap lembut kepada yang lebih muda, bersikap kasih kepada yang lebih tua. bersimpati kepada yang harus berjuang lebih keras, dan bertenggang rasa kepada yang lemah dan yang kuat. Suatu hari dalam hidup ini. anda akan menjadi salah satu di antaranya. (George Washington Carver)
ü Kata yang paling indah dibibir umat manusia adalah kata "Ibu"dan panggilan paling indah adalah "Ibuku". Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. (Kahlil Gibran)
ü Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dia lah ladang hatimu, yang dengan kasih kautabuh dan kau pungut buahnya penuh rasa terimakasih. Kau menghampirinya dikala hati gersang kelaparan, dan mencarinya dikala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. (Kahlil Gibran)
ü Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang. Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila kalah. (Eric Berne)
ü Bila ada cahaya dalam jiwa, maka akan hadir kecantikan dalam diri seseorang. Bila ada kecantikan dalam diri seseorang, akan hadir keharmonisan dalam rumah tangga. Bila ada keharmonisan dalam rumah tangga, akan hadir ketertiban dalam negara. Dan bila ada ketertiban dalam negara, akan hadir kedamaian di dunia. (Pepatah Cina)
ü Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar.Mangapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards)
ü Pandanglah hari ini. Kemarin sudah menjadi mimpi. Dan esok harihanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok sebagai visi harapan. (Alexander Pope)
ü Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. (Soekarno)
ü la yang datang, akan pergi. Seorang penguasa, pengemis atau pertapa setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan kaki dan tangan terikat, apa bedanya? (Kabir)
ü Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya. (Bung Karno)
ü Satu-satunya hal yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri. (Franklin D. Rooseveit)
ü Saya melihat seorang pemecah batu sedang memukul sebongkah batu padas sampai seratus kali tanpa kelihatan retak sedikitpun. Tapi. Pada pukulan ke seratus satu kali. batu itu pecah menjadi dua. Saya tahu bahwa bukan pukulan yang terakhir itu yang membelah batu, tapi semua pukulan yang sudah dilakukan sebelumnya. (Jacob Riis)
ü Jika anda membiarkan sesuatu yang kecil berlalu, anda akan menemukan kedamaian yang kecil juga. Jika anda membiarkan lebih banyak hal berlalu, anda akan meraih lebih banyak kedamaian. Jika anda benarbenar membiarkan seluruhnya berlalu, anda akan mendapatkan seluruh kedamaian. (Ajahn Chah)

Pisau

setelah lama kian tak terdengar rupa dan suara. menghilang ditelan ombak , terlupakan atau memang sebenarnya tak pernah ada. sebuah coretan yang tak pernah tahu kapan itu berawal dan kapan itu akan berakhir.

bak pisau yang sudah diasah, ketika tak pernah terpakai maka lama kelamaan akan tumpul jua, apa seperti itu juga yang kuperoleh selama ini? lama sudah tidak terpakai,maka akan perlahan menjadi tumpul dan tidak tajam lagi saat nantinya hendak dipakai...

aku merasa telah lama mengasahnya dan kurasa ini juga sudah begitu tajam sehingga siap untuk dipakai.tapi ternyata berbeda dengan apa yang kudapati sekarang, ternyata aku baru sadar caraku kemarin masih ada yang salah jadi aku baru mendapati pisau yang belum siap pakai.

ku harap ini hanya mimpi sehingga sewaktu-waktu aku bisa terbangun dan nanti kembali akan kuualangi dari awal mengasah dengan cara yang sesuai sehingga akan menjadi siap pakai. tapi in bukanlah mimpi, karena ini nyata. seraya tersentak melihat apa yang ada ternyata berbeda dengan apa yang diharap. apa saja yang aku lakukan kemarin??

menyesal?? itu tak akan ad gunanya. Hari ini seperti apa ya itu karena apa yang telah kita lakukan kemarin. tak ada gunanya jika hanya menggerutu karena itulah pilihan kita kemarin. kalau kemarin mengasahnya tak teratur maka ini pisau yang kudapati sekarang. kata andai itu hanya akan membuat dada ini semakin sesak.

waktu memang tak bisa diputar tapi sejarah masih bisa diubah karena hari esok tergantung dengan apa yang akan menjadi pilihan kita hari ini... bukan anda tapi bagaimana kita menjalankan hari ini selanjutnya sehingga kembali dapat mengasah pisau ini dengan cara yang sesuai. meski banyak jalan menuju roma tetap kita harus memilih..

25/12/11

mulai ngeblang

entah hilang kemana?
semangat dan rasa yang dulu bisa tertuang dalam sebuah coretan, hilang begitu saja..
semua jadi titik-titik yang berada di awang-awang. ingin merasakan kembali tapi apakah aku bisa??
question for me,,, When????

05/12/11

tuan putri tidur..

..tuan putri tidur..

kurang tahu kenapa dari segala sebutan aku malah memilih nama itu sebagai sebutan.Dulu mungkinkusebut aja putri senyum sehingga ia terus menebarkan keceriaan dan senyum manisnya kesemua orang yang ada disekitarnya. Tuan putri tidur, kedengaran aneh memang tapi nama itu terbesit begitu saja. Berawal dari pertemuan dengan putri manis itu, disore itu tak menyangka kami bisa deket. tapi untuk kesekian kalinya aku salah dalam menafsirkan tentang kedekatan kami yang hanya sebatas teman biasa dan tak lebih, hanya hati ini telah memilih so aku mengalir aja dengan rasa yang ada didalam diri ini. Anak kecil mempertemukan kami, dia emang suka banget ama anak kecil jadi di sore itu dengan keceriaannya dia datang menambah ramai suasana dengan anak-anak. Tapi setlah tahun berganti ia mulai jarang terlihat. Gak tahu apa yang menjadi alasannya tapi mungkin ia sedang tak ingin aja dan memang ada kepentingan yang lain aja jadi ia tak pernah datang. Ia malah sering terlihat murung.
Awalnya mungkin kami hanya saling bertukar kata dalam pesan singkat sampai pada suatu saat kami mulai deket bercerita, ngobrol meski hanya lewat dunia sms tapi boleh dibilang kami sedikit mengerti satu sama lain. ya dia cerewet orangya sih, lugu, polos, baik dan terkadang juga suka lemot dan sukar untuk mencerna suatu makna. satu lagi yang aku inget dia suka bete dan bosen sendiri dengan pesta orang kaya yang formal, dia emang kaya sih tapi namanya juga anak muda mungkin betenya karena gak ada yang sepantaran atau apa juga gak ngerti atau mungkin bukan dunianya, padahal itu dunia asli anak orang kaya, tapi ia tetep aja bete . sebenarnya bayanginya bete aku bisa ketawa sendiri, pingin rasanya ngbuat ia tidak merasa bete. Aku hanyalah orang luar jadi hanya pesan singkat aja yang bisa kulakukan sambil berharap betenya bisa ilang. Tapi yang kudapati berbeda, kayaknya ia tetep aja bete, yach aku memang tak pandai mengubah suasana untuk pertama kalinya aku meraskan aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membuatnya senyum.
Ia suka keju, coklat, es krim, durian dan dulunya ia penikmat kopi. Tapi gak tahu kenapa ia sekarang jadi suka yang namanya nangis. Kurang mengerti dengan apa yang terjadi tapi dengan perilakuku, perkataanku aku malah menambah ia jadi senang untuk menangis( padahal senyumnya manis banget bikin kangen). Tapi senyumnya malah jadi senyum simpul.
Teringat keju, durian gak tau kenapa aku tak begitu suka ama kedua macam makanan itu. Terutama durian, padahal menurut orang itu rajanya buah tapi gak tahu alasan apa aku gak suka ama durian. Sejak mengenalnya aku belajar untuk menyukai yang namanya keju, tapi untuk durian tetep tidak bisa. Itulah beda kami meski dulu ia pernah bilang suka warna biru sama seperti aku tapi untuk durian aku belum bisa. Sering perbedaan terjadi diantara kami, selisih pendapat, marah, sling diem menjadi sebuah hal yang kemudian sering kami jalani. Sebenarnya aku yang sering membuatnya jengkel dan marah, tapi aku hanya pingin bilang ‘ aku sudah mulai menikmati apa yang namanya keju”. Pernah suatu kali aku memberikan kado terburuk untuk ulang tahunnya yang ke 19, sebuah tangisan yang seharusnya tak perlu. Karena rasa cemburu aku hanya ingin dia pergi karena aku tak boleh pergi. Rasa itu seharusnya tak kuperturutkan seharusnya aku bersikap sebatasnya teman karena memang tak ada sesuatu yang spesial diantara kami. Aku pingin dia menjadi benci sama aku sehingga ia dapat meraih senyumnya karena aku tahu siapa yang bisa membuatnya tersenyum. Sahabat baikku sendiri yang orangya emang angel dan polisi baginya. Dia baik bahkan baik banget aku tak pantas untuk dibandingkan dngannya. Dia selalu bisa untuk membuatnya tersenyum, beda banget dengan aku yang hanya bisa membuat nya menitiskan air mata. Tapi gak tahu kenapa aku terlalu menikmati peranku menjadi evil, seharusnya aku membantunya untuk bisa tersenyum dengannya, bukan malah memperturutkan egoku. Lagi-lagi aku hanya bisa membuatnya menangis.
Dia suka banget ama foto tapi gak suka untuk difoto dan juga suka banget ama yang namanya bola basket. Sebuah olahraga yang kurang begitu aku sukai. Karena tubuhku tak terlalu tinggi mungkin jadi sejak smp aku tak mau belajar untuk bermain basket. Selain itu mungkin itu memang permainan orng elit bukan seperti aku yang lebih suka bermain gobak sodor. Aku memang orang jadul mungkin jadi lebih tertarik dengan permainan yang kayak gitu. Baru setelah mengenal dia dan teman baiknya aku mulai suka bermain basket walau aku tak jago bahkan tak pandai untuk memainkannya, entah gak tahu kenapa aku jadi suka untuk memainkannya. Beda banget ama angel yang mahir bermain basket dan suka ama foto tapi tak suka untuk difoto. Itulah salah satu kesamaan mereka, lagi-lagi aku terlalu memperturutkan perasaan. Banyak hal bodoh yang aku lakukan, bukan membuat senyum tapi malah membuatnya simpul.
Dia terbiasa dengan ac yang beda banget dengan aku yang gak begitu suka ac. Aku lebih terbiasa bersahabat dengan mentari, ya mungkin itu yang membuat muka ini jadi item padahal ku masih ingat wajahku saat kecil, putih sebenarnya tapi beda banget dengan aku yang sekarang.Setiap kemanapun ia pergi ia sering banget memakai taksi, beda kali ya dengan saya yang keseringan naik bus, memang beda isi dompet yang terlalu jauh haha, masih teringat jelas sekali ia naik bus, gak tahu kenapa aku khawatir. Dia tak terbiasa berdesak-desakan atau kepanasan saat ia bepergian. Aku takut dia akan mabuk perjalanan. Dunia yang bukan dunianya banget. Aku kira dia gak jadi datang tapi malah nekat padahal aku tahu dia sangat tak terbiasa untuk naik bus berdesak-desakkan.Saat kami pulangpun aku hanya bisa nawarin dia untuk naik bus karena memang gak ada taksi ataupun mobil yang bisa untuk mengantarnya pulang. Lagi aku gak pintar untuk mengubah suasana malah aku membuatnya sangat marah dengan sikapku yang memaksanya untuk dia duduk, gak berhenti disitu saja usai turun dari bus bukan taksi yang nyaman yang aku berikan untuknya, malah aku salah pilih taksi karena aku memang tak tahu memilih taksi yang nyaman yang biasa ia gunakan. Duniaku memang berbeda banget dengannya coba kalau bus, aku pasti ngerti mana yang nyaman, mana yang cepet sampei. Dalam taksi itupun aku hanya bisa bilang dalam hati “maafin aku”.
waktu itu dia emang terlihat sedih dan gak tahu kenapa aku hanya pingin ngelihat dia tersenyum aja. Pingin rasa untuk membuat dia senyum tapi tangan ini tak sampai bisa mengusap air mata. teringat jelas waktu dia mau nangis diperpus, bahkan uda keliatan air matanya bukan kata hiburan malah aku memarahinya. Maaf aku memang tak pandai untuk menghibur. Sebenarnya dia hanya pingin menceritakan sesuai dengan apa yang aku minta darinya. Bukannya mendengarkan dengan baik tapi sebelum ia cerita aku tak kuat melihat dia menangis. Gak tahu musti apa yang aku lakukan aku malah memarahinya, ALLAH mungkin saat itu mengingatkan bahwa aku tak boleh ikut campur terlalu dalam. Itu sudah masuk ke arah yang sangat pribadi, masalah yang jika aku turut campurpun tetep gak bisa merubah apa yang terjadi. Seiring berjalannya waktu bukannya menarik diri aku malah menjadi sok ngerti, sok tahu dengan apa yang terjadi. Padahal aku tak pernah tahu apa yang terjadi dengannya. Menjadi orang yang ingin terlihat mengerti tapi bukan senyum yang tak kunjung hadir di wajahnya yang polos itu malah tangis dan simpul yang aku terlihat. Seharusnya sejak peristiwa di perpus itu aku mengerti batasanku tapi aku malah sering melanggar batas itu.
Sedikit ngerti mengenai masalah yang terjadi, ternyata itu masuk ke area yang sangat pribadi, lagi aku berpikir aku siapa? bukan siapa-siapa lantas aku musti berbuat apa? hanya pingin ngelihat dia senyum aja. senyum sehingga air mata tak lagi menetes.
Dia suka banget ama hujan, apa karena itu dia jadi hobi untuk meneteskan air mata. padahal ketika melihat nya menangis aku gak tahu kenapa hati ini juga terasa sesak., katanya hujan itu bisa membuat dia sedikit tenang dalam menghadapi setiap permasalahannya. Dan gak tahu kenapa aku malah melarang dia untuk hujan-hujanan, selain maslah entar jadi skit setelah ujan-ujanan, aku hanya gak pingin aja dia terbiasa dengan hujan. dengan terbiasnya ia dengan hujan aku takut ia jadi terbiasa untuk menangis, karena setiap ia bermain hujan aku mendapatinya ia sering menangis. Hanya dengan melarangnya paling tidak aku pingin dia mengingat, menikmati hujan tak selalu dengan hujan-hujanan.
Di tempat itu tak sengaja aku lewat dan melihat dia baru saja keluar dari kamar mandi. yang bikin aku sesek itu adalah ketika dia bilang abis mimisan. 'Gak pa-pa', dia memang sering terlihat pucet bahkan ia juga membawa in haler, tablet atau pil yang ia namakan vitamin, bahkan sering juga bawa masker. Mungkin karena backgroun orangtuanya yang masih ada hubungannya dengan rumah sakit, meski bukan dokter jadi bawaannya mungkin bisa gitu. dia kuat bahkan lebih kuat dari aku, dengan santainya ia bilang 'gak pa-pa mas, aku kan gak sakit'. padahal aku sampai menghela nafas melihatnya, meski aku tidak tahu kau kenapa tapi aku pingin ngelakuin sesuatu, sehingga wajah itu terlihatnya berseri bukan pasi.
Dia takut banget ama gelap, takut ama kecoa dan juga petir. Tapi yang paling ditakuti itu adalah sesuatu tentang abannya. Hal yang sering membuatnya menangis bahkan lebih dari rasa takut yang terkadang membuatnya bisa berteriak hebat. gak tahu apa yang terjadi diantara mereka, tapi itulah yang membuat ia menangis. sejak saat itu dia seperti orang yang tertidur, suka berperan menjadi oranglain. Lebih tepatnya suka menutupi kesedihannya agar terlihat ceria depan teman2nya. Dia emang selalu tabah dan terlihat ceria menghadapi hari tapi gak tahu kenapa aku melihatnya menangis, sejak saat itu aku menyebutnya "Tuan Putri Tidur" yang belum bangun karena menanti pangeran yang akan membangunkannya dan membuat harinya benar2 penuh senyuman.
Seharusnya sejak dia bilang polisinya itu X aku nyadar itu salah satu alasan yang bisa membuat ia terbangun. aku malah berbuat salah dengan memperturutkan perasaan dalam menjalin ikatan diatara kita, kita memang hanya sebatas teman, dan aku yang salah menafsirkan. bukan salah menafsirkan tapi aku tahu hanya saja bersikap gak mau tahu hanya mementingkan egoku. lagi-lagi kau malah menangis.
aku dulu memang pernah bermimpi pergi kerumahmu dan bertemu dengan ,,, dengan gampang aku bilang pada ,, bahwa aku akan menjaga senyumanmu tapi apa yang kuperbuat malah membuatmu lebih nyenyak tertidur, kau sering cemberut melihat pesan singkatku, kau menangis dengan lakuku, kau jengkel dengan apa yang keluar dari mulut ini, yA, bukan senyum TAPI MALAH TANGIS, mungkin arti mimpi itu terbalik bahwa aku hanya akan membuatnya sering menangis.
Banyak kata yang ingin tertuang tapi aku tak mampu menulisnya dalam coretan ini. aku hanya pingin bilang, Tuan Putri tidur cepatlah kau bangun,,,

23/11/11

menulis lagi..

dan ingin kumulai lagi setelah sekian lama aku mulai kehilangan feel untuk menulis. setelah aku mengenalnya sebenarnya pingin banyak yang aku tulis tapi gak tahu kenapa tangan ini enggan untuk menulis. apa yang dirasa memang berbeda dengan apa yang ingin dilakukan, tapi ingibn kumulai lagi, dari awal aku mulai...
menulis lagi,,